Header Ads

Lovebird Merdeka Tampil Memukau di Road to Bupati Cup Lumajang

Lovebird Merdeka Tampil Memukau di Road to Bupati Cup Lumajang - Lomba burung dalam ajang gelaran Road to Bupati Cup Lumajang 2018 yang dilaksanakan di Pasar Burung Serangin, Minggu 04 Februari 2018 menjadi sejarah penting bagi kicau mania di wilayah Kabupaten Lumajang. Pasalnya, dalam lomba ini berbeda dengan lomba-lomba sebelumnya dan mampu menarik peserta sebanyak kurang lebih 900 peserta. 

"Kolaborasi terhebat sepanjang masa ini sukses atas kerja sama kicau mania Kota Pisang yang didukung penuh oleh Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M.Ag. Seluruh peserta sangat antusias menyambut lomba ini, mereka berbondong-bondong menuju pusat gantangan. Tak hanya kicau mania Lumajang, kicau mania dari Jember, Probolinggo dan Kota Gresik pun ikut memeriahkan lomba. Mereka berkumpul, bersosialisai, serta bersilahturahmi layaknya sebuah ajang berkompetisi yang paling di nanti-nanti", ucap Deddy Firmansyah selaku ketua Panitia lomba Gelaran Road To Bupati Cup Lumajang.
Lovebird Merdeka Tampil Memukau di Road to Bupati Cup Lumajang | Foto : https://rojobronochannel.wordpress.com
Di kelas lovebird, salah satu burung terbaik sepanjang sejarah Road  to Bupati Cup Lumajang yaitu Lovebird Merdeka. Lovebird Merdeka adalah lovebird yang dimiliki oleh Mr. Liman dari Randuagung Lumajang. Lovebird Merdeka memiliki gaya main dengan gaya nyeklek geleng-geleng, tanpa jedah dan tanpa lelah dia bermain sangat istimewa dengan menunjukan kualitas jawaranya. Layaknya bintang lapangan sepak bola yang mampu menyedot perhatian seluruh peserta, Lovebird Merdeka bernyanyi indah di empat Kelas yang dimainkannya termasuk Kelas B.O.B. Juara pun direbut dengan mudahnya, sang juripun tak pernah berpaling padanya, peserta yang lain hanya bisa pasrah kepadanya.

Saat bermain di kelas utama sang pemilik datang dengan gaya dan ciri khasnya, dengan setelan baju berwarna biru muda dan biru tua yang berbentuk garis di depan dadanya dia membawa sang bintang ketengah gantangan. Seorang sahabat berada disampingnya mengawal Lovebird Merdeka agar sesuatu tidak terjadi padanya. Di saat menunggu peserta yang berdatangan suara yang sering terdengar muncul tiba-tiba, chekchekchekcheckcheck itulah nadanya. Sang pemilik pun bersiap-siap membuka krodong dengan warna merah putih yang terbuat dari kain lembut selembut sutra sang sahabat akhrinya berada di atasnya, menaiki sebuah kursi dari besi tua yang dilapisi warna untuk menutupi jati dirinya. Perlahan kain selembut sutra akhirnya terbuka, sebuah nama tertera diteboknya, bertuliskan sebuah kata MERDEKA dan sang bintang pun berada di dalamnya bernyanyi indah membentuk sebuah nada yang membuat juri menyebut sebuah angka.

JANGAN TERLEWATKAN :

Suara-suara tumpah ruah di pinggir lapangan, bergemuruh, membentang keseluruh angkasa. Sang sahabat tak pernah lelah mengawal dirinya, sang pemilik melambai-lambaikan tangan sebagai tanda supaya dia mau bekerja. Penghakim lapangan tak henti-hentinya menyebutkan angka pada dirinya, mereka terlihat lelah tapi tidak menyerah karena terbukti Merdeka masih tetap bekerja. Hingga akhirnya juri berkumpul di tengah-tengah, mengakhiri sebuah acara untuk menentukan siapa juaranya. Setelah beberapa menit kemudian sang penghakim menenteng sebuah bendera dan menaruhnya di sebuah angka. 17 adalah angkanya, sebuah nomer untuk Lovebird Merdeka.

Sang pemilik pun bertepuk tangan untuk menyambut kemenangannya, berjalan pelan mengambil sang bintang untuk kemudian diajak foto bersama. Di kelas-kelas selanjutnya Lovebird Merdeka bertubi-tubi menyabet gelar juara, bahkan termasuk kelas Best of The Best (B.O.B). Lovebird Merdeka pun dinobatkan sebagai Burung terbaik sepanjang masa di gelaran Road to Bupati Lumajang. [lovebirdnews]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.